The sleepless night(s) – hitam putih

” Hangat surya kan lupa tuk bersinar
Redup tak berkilau
Denting nada kan berhenti bernyanyi
Sepi tak mengalun
Hidup tiada lagi berwarna
Putih pun akan menghitam
Bintang yang semula benderang
Perlahan menghilang
Tak terbayang sepi dan sendiri
Dunia tanpamu
Hening semua, diam tak bermakna
Dunia tanpamu ”

3 minggu sudah ternyata aku tidak menikmati dekapan malam hari yang sunyi dan menenangkan. Seharusnya aku yang hobinya tidur panjang, ketika malam datang, aku tidak perlu kuatir akan bahaya yang mengancam. Karena begitu damainya malam hari untuk hatiku. 3 minggu aku tidak bisa tidur, and it’s torturing, very torturing. Ketika matahari bersinar, aku berjuang untuk bisa membuat diriku sendiri berdiri dan beraktifitas. Mungkin saking lelahnya aku, tapi aktifitas harian menuntutku untuk tetap terjaga. Jika malam tiba, jantungku berdegup dengan kencang. “Wah, mau copot!”, kataku sembari setengah tersadar, dan setengah lagi ada di belahan dunia mimpi selama sepanjang malam. Mimpiku bukan lagi mimpi. Dia telah menjadi realita. Bukan hanya tidak bisa terlelap, tapi juga ada saatnya dada ini terlalu sesak sampai2 aku tidak bisa mengambil nafas. Terlalu sakit rasanya jika jantung ini terus berdetak.

Sama halnya dengan semalam. Berjuang setengah mati untuk menenangkan diri, tapi bantuan tak kunjung datang. Aku berdoa, “God, just please help me” sepanjang malam. Tapi selama 8 jam aku ada di balik selimut pun, dadaku pengap. Seolah ada duri di dalam jantung ini, nyeri fisik seperti itu yang aku rasakan. Belum lagi dengan sakit kepala luar biasa yang menyerang kepalaku. Seolah ada sesuatu yang sedang memukuli kepalaku berkali2. Menyengsarakan.

Aku hanya ingin beristirahat dengan tenang. Terlelap dengan pulas. Dan siap menyambut hari baru.

Hitam dan putih, kata lirik di atas ucapkan mengenai dunia seseorang yang mencintai, namun kehilangan belahan hatinya. Semu dan tak berbayang. Gelap, sepi, dan sendu. Seperti itulah duniaku saat ini. Kemana warna warni yang dulu pernah ada? Kemana semua peralatan mewarnai yang dulu kami pegang bersama untuk menumpahkannya di canvas? Dulu, aku dan dia sering berkata terhadap satu sama lain, “ngga kebayang gimana rasanya kalau kita harus berpisah, ngga kebayang hatiku akan sehancur apa”. Tapi kenyataannya adalah hanya hatiku yang hancur berkeping2. Tertekuk lutut ini, tak sanggup berdiri. Aku terlalu memberikan seluruh hatiku untuk menghidupi sebuah kata2.

Menjelang subuh aku terbangun, mendapati banyak suara aneh yang bermunculan di luar kamar apartmentku. Jadi aku keluar mengeceknya. Ternyata angin besar, hujan besar. Badai. Anginnya memukul2 pintu dan jendela dan menghasilkan suara yang mengejutkan. Aku rasa cuaca tadi subuh sudah cukup menggambarkan perasaanku sepanjang malam. Hujan badai yang turun sudah cukup menggambarkan seberapa banyak aku menitikkan air mata di atas pipi.

Kemudian pagi harinya aku terbangun. Tak disangka langit pun berkabung untukku, berkabung denganku. Gelap, disertai dengan hujan rintik sepanjang hari. Mungkin malaikat di surga pun bersedih merasakan hatiku. Aku ingat papaku dulu sering bilang ketika aku bersedih masih kanak2, “don’t cry my little girl, don’t cry. The angels are also sad if you sad. The sky won’t be as bright as your smile if you cry”. Oh, I miss him, I miss my daddy..

Ya, aku sedang sedih, sangat bersedih. Seseorang yang dulu pernah aku kenal dengan baik bukan lagi seseorang yang aku kenal lagi saat ini. Dia telah menjadi seseorang yang asing untukku kini..

Advertisements

Author: Irene A.K.A Irin

I am just an ordinary girl who lives in the extraordinary world.. I'm not used with the talking thingy, so I'd prefer to write all my thoughts and my feelings.. I dream a lot, I imagine a lot.. I love to sing, I love to dance, and I love to smile.. It's not a perfect world, but imagination has brought me to enjoy the perfect world.. Know me well from my writings, not my talking.. I speak through fingers, not mouth.. And the most important thing is, the truth that I am my Big Daddy's daughter.. "I am broken and lost, but by God's grace, I have found"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s