General

Leap of faith

Guilt. Regret.

Semua dari masa lalu. Temanku yang bijak, beberapa tahun yang lalu mengungkapkan hal ini kepadaku: “kita semua adalah produk dari masa lalu. Tapi jangan membiarkan masa lalu tersebut menjadi kehidupan yang kita percayai saat kini” (he quoted it from one of Rick Warren’s book, I found out a few weeks later).

Tapi kita seringkali dihantui, dan yang kita rasakan saat ini hanyalah terlalu lelah. Seharusnya kita terus berjalan maju. Tapi kita malah membiarkan diri kita yang sedang duduk diam untuk beristirahat, dikuasai oleh banyak pikiran2 yang tidak tersaring masuk ke benak kita.

Job 7: 3-4 – demikianlah dibagikan kepadaku bulan-bulan yang sia-sia, dan ditentukan kepadaku malam-malam penuh kesusahan. Bila aku pergi tidur, maka pikirku: bilakah aku akan bangun? Tetapi malam merentang panjang, dan aku dicekam oleh gelisah sampai dinihari.

v11 – oleh sebab itu akupun tidak akan menahan mulutku, aku akan berbicara dalam kesesakan jiwaku, mengeluh dalam kepedihan hatiku.

Dalam kesendirianku, kesunyian malah hari, sebelum berdoa aku selalu mengeluarkan segala bebanku ke langit2 kamarku. Dan tentunya sebagian besar dari masa lalu hadir di antaranya. Dan tentunya, ada begitu banyak pertanyaan “mengapa begini” dan “mengapa begitu” popped out. Berusaha mencari jawaban, namun ….. mereka tidak pernah datang. Yang ada hanyalah aku berasumsi sendiri akan semua jawaban2 yang belum tentu benar. Bertanya kepada Tuhan, tapi seolah Tuhan diam saja.

Dan kemudian, iman ini seolah diuji.

Bahayanya sebuah asumsi adalah, bahwa kita kesulitan atau bahkan tidak lagi percaya akan hal baik di balik segala kejadian buruk yang menimpa manusia. “Oh, mungkin ini semua salahku” atau “oh, mungkin Tuhan sedang menghukum aku”, adalah kesimpulan2 yang keluar dari asumsi pikiran manusia. Which is, it might comes from the devil that deceive our minds. Amazingly, humans are tend to believe them, although you are a believers.

Job 7: 20-21 – kalau aku berbuat dosa, apakah yang telah kulakukan terhadap Engkau, ya Penjaga Manusia? Mengapa Engkay menjadikan aku sasaranMu, sehingga aku menjadi beban bagi diriku? Dan mengapa Engkau tidak mengampuni pelanggaranku, dan tidak menghapuskan kesalahanku? Karena sekarang aku terbaring dalam debu, lalu Engkau akan mencari aku, tetapi aku tidak akan ada lagi.

In despair, you start to blame yourself, because you actually cannot blame to others. Even if you did, but inside your heart, you actually blame yourself more than what you said about blaming at others. You drag the others. That is why wen you blame to others, you realize that it hurts you even more. You did this just because of one thing: you try to find the answer by yourself, by your own understanding.

Manusia berbuat salah di masa lalu, dan konsekuensi yang di tanggung ada di hari depan. Pada detik ini kita mencuri sesuatu dari sebuah toko, dan dalam hitungan menit ke depan, kita tertangkap basah oleh magnetic censored pada ambang pintu keluar. Dan kemudian kita digiring ke tempat dimana kita akan diadili. Menyesal dan malu, juga perasaan bersalah “seharusnya…”, kalau kita pada akhirnya tertangkap basah. Hanya saja masalahnya kita tidak pernah tahu apakah kita akan tertangkap basah atau berhasil keluar tanpa seorang pun tahu selain diri kita sendiri (dan Tuhan) yang tahu apa yang kita lakukan. Jika kita tertangkap basah, akan ada record yang jelas mengenai tindakan bersalah apa yang pernah kita lakukan di masa lalu, dan adanya potensi akan rusaknya hubungan kita dengan seseorang di masa depan. Jika kita tertangkap basah, seringkali kita jadi merasa lebih dihantui oleh masa lalu yang memalukan tersebut. Jika kita tertangkap basah, mimpi2 yang ada seharusnya sudah bisa kita nikmati dalam jangka waktu dekat, namun malah membuat kita harus menyetir berbalik arah dan kembali pada titik awal, dan membuat perjalanan pencapaian mimpi tersebut jadi semakin panjang dan lama. Konsekuensi. Everything comes with a price.

Job 42: 2 – aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencanaMu yang gagal.

“Kapan mujizat datang?”, adalah pertanyaan dasar ketika kita begitu mengharapkan sesuatu, namun tak kunjung datang, setelah sekian lama kita menanti. Maybe, what I asked is not something that are meant to be. God has a better plan, isn’t it? Or maybe, God has His own way to make something happen. And then, another questions popped out, “but why not?” or “why not now?”. Lalu Tuhan terdiam. Karena Tuhan hanya minta satu hal dari kita: percaya.

Whatever is the ending, is not about the end result, but it’s all about the process before we reach the final. Ketika kita kuliah selama 3-4 tahun, kita berharap untuk cepat2 lulus dan kerja. Tapi ketika kita tiba on the graduation day, kita melihat kebelakang, dan dengan percaya diri kita bisa berkata, “tanpa perjuangan melalui tangis dan tawa selama 3-4 tahun kebelakang kemarin, aku tidak akan tiba di hari ini, hari dimana aku memulai hidupku sebagai seorang individu baru, yang sudah terbentuk dan ready to enter the higher level”.

v5 – hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.

Bersyukurlah, ketika kita diberikan kejadian yang sangat tidak mengenakan. Kita pasti selalu sulit untuk bersyukur. Kalau kamu menemukan kesulitan untuk bersyukur akan hari baru yang Tuhan berikan, mungkin karena ketika pagi hari hatimu serasa mau copot karena beban yang terlalu besar, maka bersyukurlah karena ketika masalah yang sangat berat menghampiri kita, sebenarnya adalah cara Tuhan untuk hadir tepat di depan kita, bertemu muka dengan muka. Dan kita sebagai manusia, sudah seharusnya takut.

Yang dilakukan Allah mungkin tidak kau pahami saat ini

Tetapi kamu akan mengerti alasannya suatu hari nanti

Pertanyaan yang mencemaskan pikiran dan menghantuimu

Kelak akan ada jawabannya dari surga – Anonymous

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s