Sendu

Malam ini, langit menangis untukku
Malam ini, langit berduka atas namaku
Malam ini, langit merasakan pedihnya hatiku
“Cukup.. Cukup.. Jangan lagi menyakiti dirimu”, ucapnya

Aku mencintai, namun semuanya sia2
Aku menanti, namun aku ditinggalkan
Aku berkorban, namun aku dilupakannya
Harga sebuah cinta yang terlalu tulus

Mungkin memang pada mulanya dia tidak permah benar2 mencintaiku

Karena jika dia memang benar2 mencintaiku,
Dia tidak mungkin menyakitiku
Jika dia memang benar2 mencintaiku,
Dia tidak mungkin meninggalkanku layaknya membuangku

Meninggalkanku sepahit ini..

Andai aku masih diijinkan untuk berkata jujur pada dunia
Aku akan mendaki gunung tertinggi yang ada
Berdiri di sana, dan berteriak hingga seluruh dunia dapat mendengarku
“Aku masih di sini mencintaimu”

Ketika aku terbangun
Aku terbangun melewati titik temu aku dan dia
Karena aku takut
Terlalu takut menyadari bahwa dia telah tiada

Karena cinta, mata ini terlalu buta
Buta bahwa sebenarnya
Aku sudah kehilangan hatinya setahun yang lalu
Kehilangan hatinya seperti cinta tidak pernah hadir di antara kita

Andai aku bisa melupakannya
Menganggap ia telah tiada
Berdiam di sisiNya
Dan menyaksikan hari2ku dari tempat tak tergapai di atas sana

Tapi bagaimana pun aku menyangkal diriku
Ketika gadis kecil di dalam diriku terbangun
Dirinyalah yang pertama ia cari
“Kemana?”, ucapnya

Jika begini adanya
Aku hanya bisa bernafas sesal

Sesal mengenal cinta yang sepahit ini..

Pahit..

Tuhan, salahkah jika aku merasakan apa yang aku rasa?

Aku takut..

Takut jika Engkau menghukumku lagi..

Menghukumku lagi hingga aku terbelenggu lagi dengan emosi yang menyesakan dadaku..

Hingga rasanya, aku ingin mati saja..

Biar jiwa ini pupus bersamaan dengan rasa ini..

Biar hati ini hancur bagai debu yang terbang bersamaan dengan angin malam..

Berkelana, menyatu dengan alam..

Seluruh dunia seolah mengolok-olokku..

Mencaci maki aku..

“Bodoh, bodoh!”

Oh, Tuhanku..

Mengapa Engkau menghukumku dengan perasaan cinta yang terlalu tulus?

Mengapa Engkau menghukumku dengan mempertemukan aku akan cinta yang tidak bisa bersatu?

Mengapa Engkau menghukumku dengan hati yang terlalu lembut ini sehingga ketika cinta datang,

Dia membelengguku..

Dia mengekangku..

Dan dia menyeretku ke dalam pusarannya yang tak terlawankan..

Tak dibiarkannya aku pergi..

Ah! Apa untungnya aku mencintai..

Jika kemudian aku ditinggalkan..

Mengais2 di tanah berusaha menggapai langit..

Aku hanya ingin kedamaian..

Rasa aman..

Bukankah seharusnya cinta memberikan semua rasa yang indah?

Tapi racun aku dibuatnya berasa..

A little secret

Taukah kamu?

Seberapa dalam hati ini mencintaimu?

Dengan tulus, dengan sepenuh hati..

Kukerahkan seluruh tenaga yang kumiliki,

untuk mencintaimu..

Mencintaimu hingga ujung tak terbatas..

Mencintaimu sedalam lubuk tak terselami..

Begitu besar, begitu luas cintaku padamu..

Hingga sebagaimana pun engkau menyakitiku..

Aku tidak peduli..

Aku tetap mencintaimu..

Karena cintaku ini tulus..

Terlalu tulus..

Cintaku lebih besar daripada luka yang kau toreh di dinding hati ini..

Tapi mengapa, oh mengapa kasihku, cintaku..

Kau begitu tega meninggalkanku seorang diri..

Berkelana sendiri..

Berselimutkan bayanganku sendiri tanpa sosokmu memeluk dinginnya hati ini..

Oh, Tuhanku..

Aku merindukan hembusan nafasnya dari sudut seberang sana ketika dia memanggil namaku dengan lembut..

Apa yang harus kubuat?

Jika cinta begitu rapuh, maka cinta juga ajaib

Terjatuhlah..
Terjatuhlah, wahai jiwaku..
Hancurlah..
Hancurlah, wahai hatiku..
Berteriaklah..
Berteriaklah sekeras mungkin, wahai batinku..

Menangislah, dan berlututlah..
Rasakanlah pahit pedihnya cinta yang ditinggalkan..
Kecaplah hari-hari penderitaan karena jiwamu merindukannya..
Merindukan dekapan dekat dan jauhnya tubuhmu terpisahkan..

Tetapi ingatlah untuk bangun kembali..
Ingatlah untuk mencinta lagi..
Jangan lupakan indahnya cinta yang pernah kau percayai..
Luapkanlah cinta yang ada di hati kepada dirimu sendiri..

Hingga suatu hari nanti,
Cinta yang sesungguhnya akan datang menyelamatkan jiwamu yang tersesat..

Nantilah keajaiban cinta..

Karena Sang Pencipta cinta,
Ajaib..