Aku rindu…

“Daddy.. Mengapa handphone ku begitu sepi? Bergema dalam kesunyian, dan dia hanya terbaring diam, sudah berjuta-juta masa dilaluinya”.

Bagaikan seorang anak kecil yang masih polos menanyakan sesuatu yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya kepada ayahnya, begitupula hatiku seolah hilang ingatan tak mengerti mengapa dia begitu kehilangan sesuatu di dalam hatinya. Hari demi hari masih mencari dengan berlari tak kenal lelah, namun telah jenuh, sesuatu yang dapat mengisi rasa kehilangan yang teramat dalam tak terselami. Hanya Tuhan yang tahu sejauh mana aku mencoba berlari, namun tak pernah sampai tujuan. Bahkan tempat mana yang hendak aku tuju, aku tidak pernah tahu. Hanya berlari, dan berlari, itu saja yang selalu aku lakukan.

Aku harus berhenti berlari. Aku harus berhenti mencari. Iya. Aku sadar kok. Aku sadar bahwa berlari tidak menyelesaikan masalah. Aku sadar dengan menarik diriku dari dunia pun tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Tapi maksud melindungi hati, ternyata terlalu mengekangnya hingga ia ciut ketakutan.

Kemana hai kamu yang berani, berani menantang dunia?

Sekian lama aku tidak menulis di blog ini, padahal aku sangat mencintai menulis. Semua terpendam di benak ini. Bahkan ketika kata demi kata keluar di imajinasiku, aku pendam mereka. Aku kubur mereka. Menutup diri dari sesuatu yang aku cintai. Hingga kata-kata terakhir menjelang tahun baru 2014 dengan segala marah dan kepedihan yang tercurah di dalamnya mengenai pengalaman terpahit aku, sudah aku hapus juga. Tidak seharusnya aku berhenti menulis, namun sudah seharusnya aku berhenti berlari. Disibukkan dengan berbagai macam aktifitas yang mengangkat canda dan tawaku kembali, namun ketika aku terhenti dan duduk di tengah-tengah ruang segi-empat seorang diri, tangis kepedihan dan emosi amarah membanjiriku kembali. Dan aku hanya punya Tuhan. Namun disana kami bertemu :’)

Tapi tidak aku sangkal juga betapa aku rindu, aku rindu, Tuhan. Rindu untuk merasakan kegembiraan yang dulu selalu aku nanti dan membuat hari-hariku begitu berwarna. Rindu benda yang kunamai Leslie ini berdering dengan agresif tak sabar menanti aku menyentuhnya, dan bertemu dengan senyum kebahagiaanku di seberang sana. Rindu memiliki wadah tempat aku dapat menaruh seluruh kepercayaanku lagi. Rindu memiliki sosok. People come and go, banyak yang datang, namun tak satu pun aku lanjuti. Satu per satu datang selama sekitar 8 bulan terakhir. Tapi aku sadar, bahwa aku sendiri belum siap. Aku rindu, namun aku belum siap. Tuhan tahu isi hatiku ini, maka Dia memang belum memuaskan kerinduanku ini.

Advertisements

Author: Irene A.K.A Irin

I am just an ordinary girl who lives in the extraordinary world.. I'm not used with the talking thingy, so I'd prefer to write all my thoughts and my feelings.. I dream a lot, I imagine a lot.. I love to sing, I love to dance, and I love to smile.. It's not a perfect world, but imagination has brought me to enjoy the perfect world.. Know me well from my writings, not my talking.. I speak through fingers, not mouth.. And the most important thing is, the truth that I am my Big Daddy's daughter.. "I am broken and lost, but by God's grace, I have found"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s