General

Bisu

Kadang..
Aku bingung harus berkata apa.
Aku bingung harus berucap apa.
Ketika mata ini harus terpejam sejenak,
Berbincang dengan yang Maha Kuasa dalam sekilas menit.
Di kala hati terlalu gelisah,
Dan pikiran dipenuhi oleh hiruk pikuk suara yang tak kunjung henti,
Memejamkan mata pun aku sudah tak mampu.
Memejamkan mata pun aku tak rela.
Seolah yang hati ini butuhkan hanyalah seseorang.
Seorang penolong yang tak kunjung tiba.
Yang katanya masih dalam perjalan.
Namun berapa lama lagi aku harus menanti?
Berapa lama lagi aku harus merana?
Berapa lama lagi sakit di dada ini terbayarkan dengan detak jantung oleh senyum bahagia,
Yang berkata: “ini dia”.
Mendera angin hembusan ombak,
Hatiku terseret oleh sapuan dinginnya malam.
Semakin aku termenung,
Dan berpikir,
Mengasah otak,
Semakin aku menggali kubur untuk diriku sendiri.
Semakin aku mengorek luka makin dalam dari yang sudah ada.
Seolah doaku tak di dengar olehNya,
Di situlah titik terang sebuah harapan mulai pudar.
Dan kemudian siang berganti malam.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s