General

Tahun 2016 …

 

Sudah beberapa tahun yang lalu, ketika aku berhenti merayakan hari dimana Tuhan memberikan aku nafas pertama di dunia ini.

Dahulu aku adalah seseorang yang mendapatkan emosional energiku dengan berkumpul dengan teman-teman terdekatku. Kata “teman-teman” disini benar-benar “banyak teman”. Tidak ada hari aku tidak bertemu dengan salah satu dari sekian banyak temanku. Karena aku adalah seseorang yang sangat terbuka dengan segerombolan banyak orang. I was an extrovert once..

Konon, suatu kejadian dalam kehidupanmu dapat merubah dirimu menjadi seseorang yang bukan dirimu lagi ketika kamu di masa remajamu. Dan ini bukan mitos, tapi fakta.

Ketika aku jatuh cinta dengan sangat dalamnya kepada seseorang yang aku pikir adalah tempat persinggahan hatiku terakhir, aku meluapkan semua energi dan kekuatan emosionalku terfokus kepada perjuanganku untuk menjadikan kami dan keluarga kami satu. Aku kehilangan teman-teman terbaikku, aku kehilangan lingkungan terbaikku, aku kehilangan energi positifku dan berubah menjadi seseorang yang kelam, tertutup, dan sendu. Terlebih lagi, aku kehilangan jati diriku. Aku tidak lagi mengenal diriku ketika aku bercermin. Aku kehilangan kepercayaan diriku untuk menjadi seorang extrovert. Duniaku hancur berkeping-keping, dan aku tenggelam dalam gelapnya dan dinginnya kepedihan hati yang tak kunjung padam.

Dan ketika Tuhan berkehendak lain dan semuanya berakhir, aku membiarkan “aku” melebur dengan runtuhnya duniaku. Penerimaan akan kegagalan hubungan kami tidak kunjung datang.

Tapi Tuhan masih memberikan aku nafas, sehingga aku tahu bahwa aku masih harus menjalankan hidup. Aku masih punya tujuan di dunia ini.

Perlahan-lahan aku mencari sebuah cara untuk aku bisa melampiaskan semua kemarahan dan energi negatif akibat rasa pedih dan pahit yang terus menekanku untuk semakin terpuruk.

Aku bangkit menjadi aku yang lebih kuat secara fisik dan mental.

Sudah hampir lima tahun terakhir aku memutuskan untuk tidak merayakan ulang tahunku. Bahkan aku menyembunyikannya dari teman-teman baruku. Kusembunyikan segala wacana informasi yang dapat menjadikan sebuah tombol untuk seseorang tahu, kapan tanggal ulang tahun aku. Aku tidak ingin mereka tahu. Aku hanya ingin merayakannya dalam kesunyian dan kesendirian. Tahun pertama, dan kedua, dan ketiga, aku merayakannya seraya merenung dalam kesunyian, masih menyesali diriku yang tercebur dalam jurang kepahitan, menyalahkan diriku sendiri yang terbawa arus emosi memberikan segalanya untuk seseorang yang bukan dari Tuhan, masih dalam fase dimana aku hanya ingin sendiri, karena aku layak dikasihani. Tahun ke empat, dan tahun ke lima (tahun ini), kesunyian telah menjadi sahabat terbaikku. Kesunyian telah menjadi suatu tempat dimana aku mengembalikan energiku untuk kubagi dengan lingkungan sekitarku keesokan harinya. Aku sadar, aku kini seorang introvert. Keramaian menakutkanku, dan menciutkan hatiku.

Beberapa minggu menjelang hari ini, hari ulang tahun aku, aku mengambil ancang-ancang untuk masih menyembunyikan tanggal ulang tahunku dari komunitas-komunitas yang aku punya. Tapi mungkin Tuhan tahu, Dia yang sudah memberikan aku begitu banyak sahabat baru dibandingkan sebelumnya, Dia juga yang tahu bahwa sudah saatnya aku keluar dari “gua” kesendirianku, and start celebrate again!

So yeah.. Tahun ini merupakan salah satu tahun terbaikku sepanjang 29 tahun aku hidup di dunia ini. Jujur saja, aku dapat menghitungnya dengan jari. Tapi Tuhan sangat baik, dan Dia hendak menunjukkan kepadaku, bahwa ketika satu hilang, Tuhan menggantikannya dengan yang lebih baik lagi berlipat-lipat kali ganda. Dengan cara Tuhan yang tidak pernah terduga olehku, Tuhan tunjukan bahwa harapan akan selalu ada jika aku tidak pernah menyerah. Dan percaya, masa depan selalu ada jika kita masih diijinkan untuk hidup hingga hari ini.

Berkat yang aku dapat kini bukan hanya sekedar berkat jasmaniah semata.

  1. Hubungan yang satu persatu terpulihkan
  2. Jati diri dan kepercayaan diri yang perlahan-lahan Tuhan bangkitkan kembali
  3. Pembelajaran demi pembelajaran yang Tuhan berikan dari berbagai macam kesempatan dan pengalaman berharga
  4. Hikmat dan marifat yang Tuhan anugerahkan untuk membentuk hati ini menjadi lebih lembut, namun kuat dan tegar menghadapi segala macam tantangan yang tidak akan menjadi lebih mudah ke depannya
  5. Karakter yang semakin kuat untuk menjadi penopang bagi lingkungan sekitar

Hari ini aku menerima hadiah terindah yang aku dapat dari lingkungan sekitarku, dan ini salah satu dari mereka:

2016-06-23 19.33.28

Simplicity is the perfection. Tidak ada yang lebih sempurna dari kesederhanaan itu sendiri, karena kesederhanaan merupakan satu-satunya ruang untuk menggambarkan berkat dan rasa syukur terhadap berkat tersebut

Lilin dan roti yang berada di depanku ini merupakan hadiah terindah setelah sekian tahun.. Senyum tersebut sudah lama hilang dari wajahku untuk sekian tahun. Tapi kini aku melihat “aku” yang sudah berdiri tegak kembali, siap menjalani harapan-harapan dan meraih mimpi-mimpiku untuk masa depan yang lebih baik lagi.

Aku bersyukur kepada Tuhan yang dulu pernah membiarkan aku tersandung dan terjatuh, terluka dan berdarah, sakit dan hancur, karena tanpa kepedihan, tidak ada kebahagiaan karena kita tidak tahu bagaimana rasanya bahagia jika kita tidak pernah merasakan pedih. Kita tidak pernah tahu terang, jika kita tidak pernah berada di dalam kegelapan.

Thank you untuk semua yang sudah memberikan ucapan selamat yang hangat 🙂

Mungkin tidak bisa aku tulis di sini satu persatu, tapi aku tidak pernah lupa kalian-kalian yang sudah menjadikan hariku begitu spesial 🙂

Trust an introvert when she says “never” 😉

Advertisements

One thought on “Tahun 2016 …

  1. God makes everything beautiful in His time, dear 😘😘

    Aku terharu biru baca tulisanmu ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s