When I saw your face for the last time

Tepat ketika bunyi alarm pagi ini berbunyi, adalah ketika aku melihat wajahnya untuk terakhir kalinya.

Ketika aku di masa kesendirianku, aku tertunduk dalam kegelapan. Memandang langkah kakiku menembus angin malam. Seraya mendengarkan lantunan musik halus di kedua telingaku, wajahmu terbayang di angan-angan imajinasiku. Masa-masa ketika kau dan aku berdiri pada garis yang sama. Bergenggaman tangan demi menghangatkan diri dari rasa dingin kejamnya dunia yang memberi beban pada kedua pundak kita. Senyummu yang manis, tergambar indah di sudut wajahmu. Suaramu yang terdengar berat selalu menjadi senyuman penutup di akhir hariku. Tubuhmu yang gagah menjadi pelindungku, dan pundakmu yang tegap selalu ada untuk menjadi sandaran kepalaku di saat aku butuh bahu untuk aku melepas lelah. Nafasmu yang berirama, selalu menjadi dentuman detak jantungku ketika aku mendengarnya. Dari apa yang kau miliki, aku mencintaimu…

Teringat berkali-kali maksud Tuhan memisahkan jalan kita, aku tahu cintaku untukmu ini akan selalu abadi namun tidak untuk dimiliki selamanya. Ada malam ketika hembusan angin terasa begitu dinginnya, aku mengigil memeluk diriku sendiri, melihat ke arah hitamnya langit, sambil berkata: “aku dan kamu, ada di bawah naungan langit yang sama”. Kau di sana, dan aku di sini. Sama-sama menanti sebuah takdir yang di kehendaki Tuhan berbicara pada kita masing-masing, dan pada akhirnya kau dan aku akan saling melupakan selamanya.

Pada malam masa kesesakan dan begitu penatnya pikiran ini, kau selalu hadir dalam mimpiku. Wajah dan senyummu selalu dapat kupandang dengan begitu jelasnya di dalam mimpiku itu. Tidak seperti bagaimana kita dalam kehidupan nyata dahulu. Ada kalanya dimana aku dapat menyentuh wajahmu dan mengecup keningmu, senyum yang pernah kau berikan itu pun tergambar serupa di dalam mimpiku. Kau tidak pernah berubah.

Aku bertanya kepada Tuhan jika Tuhan mengkehendaki untuk aku dapat bersatu lagi dengannya, cinta terputus yang tidak pernah rela untuk dilupakan, tidak pernah rela untuk dibuang. Ketika Tuhan memberikan sebuah harapan-harapan yang aku kira itu sebuah jawaban, namun pada kenyataannya mungkin hanya aku yang sebenarnya berharap sebelah pandang mata saja.

Pernah kau hadir dalam mimpiku hingga tersadarnya aku darinya, aku meneteskan air mata. Terasa begitu pedih, begitu nyatanya kata-kata dan kejadian-kejadian di dalamnya. Begitu pula semalam tadi. Ketika aku bertanya kepadamu sekali lagi, kau menjawab: “lupakanlah aku, karena aku bukan milikmu”. Wajahmu begitu dekat dengan wajahku.

Kemudian alarm berbunyi, dan aku terbangun dari mimpiku.

Tapi aku tahu, aku pun telah hampir melupakanmu … Tapi perasaanku tidak pernah bisa terlupakan. Kapan aku bisa mencintai seseorang seperti ini lagi, Tuhan? Bisakah aku mencintai seseorang seperti aku mencintainya, Tuhan?

Aku tidak pernah lupa ketika aku berkata kepadanya di bawah sinar rembulan malam perpisahan itu: “aku akan selalu mencintaimu”. Dan ketahuilah bahwa aku masih mencintaimu dengan caraku hari ini: ketika aku tidak lagi berharap untuk kau dapat kembali, ketika aku tidak lagi berharap untuk kau menjadi yang terakhir untukku, ketika aku tidak lagi berupaya untuk menggapaimu. Bahkan ketika alam pun memuji kesetiaanku padamu.

Kau bagaikan burung bebas di alam ini..

Namun perasaan cinta ini akan selalu aku jaga, agar aku tidak lupa bagaimana aku pernah mencintaimu.

Advertisements

Author: Irene A.K.A Irin

I am just an ordinary girl who lives in the extraordinary world.. I'm not used with the talking thingy, so I'd prefer to write all my thoughts and my feelings.. I dream a lot, I imagine a lot.. I love to sing, I love to dance, and I love to smile.. It's not a perfect world, but imagination has brought me to enjoy the perfect world.. Know me well from my writings, not my talking.. I speak through fingers, not mouth.. And the most important thing is, the truth that I am my Big Daddy's daughter.. "I am broken and lost, but by God's grace, I have found"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s