perenungan pagi ini

Kata orang banyak, konon, semakin jauh kau berlari, semakin jauh kau menemukan jawaban terhadap banyaknya pertanyaan dalam hidupmu.

Dan terjadi padaku ketika aku bersepeda sepanjang perjalanan kami dari Jakarta menuju Bogor, dan kembali ke Jakarta lagi dengan salah satu grup Triathlete. Aku memasangkan salah satu sisi telingaku sebuah earphone agar aku bisa bersepeda seraya mendengarkan daftar lagu-lagu mellow pilihanku. “Aku harus merefleksikan ucapan sahabatku di makan malam singkat beberapa malam yang lalu”, niatku.

Belakangan aku semakin dicerahkan terhadap dalamnya arti “cinta” yang sesungguhnya. Sebuah pembelajaran berharga yang ada baiknya di dapat sebelum aku terjun langsung ke dalam sebuah kehidupan pernikahan.

Malam itu dia menguraikan bahwa tidak ada kesalahan dari mencintai seseorang yang tidak seharusnya dicintai. Kita hanya kebetulan bertemu pada persimpangan hidup dan cinta terjadi tanpa diharapkan, datang tanpa diundang, dan masuk tanpa mengetuk. Aku mempertanyakan diriku sendiri, antara layak dan tidak layaknya kehadiran cinta yang demikian. Tapi dia berkata, setiap perasaan cinta layak untuk dirangkul, dihargai, karena setiap perasaan tersebut merupakan harta paling berharga dari setiap hati orang yang merasakannya. Aku tidak diijinkannya untuk berusaha membuangnya seolah perasaan tersebut merupakan sebuah kutukan. “Biarkan dia menari dalam gemulainya hembusan angin, biarkan dia mengalir bersama dengan tenangnya aliran air. Tidak ada yang salah dengannya”, ucapnya.

Dia memintaku untuk merenungkannya kapan pun aku memiliki waktu sendiri untuk benar-benar merasakan sekaligus berpikir, mencari tahu segalanya dari dalam diriku sendiri.

Dan pagi ini, walaupun aku berpetualang lintas daerah dengan lima belas orang teman-temanku, aku mendapatkan kesunyian dan kedamaian untuk mempertimbangkan setiap ucapannya. Aku tidak lagi menempatkan diriku yang keras kepala dengan menyangkal setiap perasaan atau fakta dengan menyembunyikannya dibalik sebuah asumsi.

“Jika kamu memang merasakannya, cari tahulah mengapa kamu merasakannya. Dan jika masa lalu pahit terungkap dalam setiap pengakuanmu, akuilah dan terimalah dirimu, jangan lagi kamu menolak dirimu sendiri. Dan jika itu cinta yang mustahil, dekap perasaan tersebut karena dia layak diperlakukan lembut. Jangan anggap dia sebagai sebuah kutukan, karena apa yang kamu rasakan adalah hal terindah dalam hidup. Jujurlah pada dirimu sendiri”, sarannya malam itu.

Dan aku patuh padanya hari ini dalam dua jam perjalanan pertamaku.

Mungkin dia sebenarnya sudah tahu arti dari setiap kisah yang aku ceritakan padanya. Mungkin dia pun sudah melihat cara mataku memandangnya ketika aku bercerita mengenai pengalaman-pengalamanku. Mungkin dia sudah merasakan setiap senyumanku menghasilkan luapan kasih sayangku.

Dan hari ini untuk pertama kalinya aku jujur pada diriku sendiri.

Tidak ada satu pun kata-katanya yang salah dari hasil perbincanganku dengannya.

Cinta hadir karena aku tidak pernah diperlakukan sebagaimana aku diperlakukan. Masa lalu yang memaksaku untuk bergantung pada diri sendiri dan naluri yang tumbuh untuk melindungi orang lain lebih dari diriku sendiri. Memiliki seseorang yang dapat dipercaya sebagaimana aku lebih percaya pada diriku sendiri untuk melindungi diriku sendiri. Mungkin bukan kehadiran seseorang yang sebenarnya aku butuhkan, namun sesosok figur. Dan pertemuan kami merupakan salah satu kesempatan dimana aku semakin mengerti mengenai kebutuhanku akan pasangan hidup. Sekali lagi. Kebutuhan, bukan keinginan.

Aku tidak menyesalinya.

Aku pun tidak lupa bersyukur kepada Tuhan jika diberikan kesempatan untuk mencintai yang mustahil untuk dicintai, karena melaluinya aku satu langkah lebih maju untuk melupakan cinta masa lalu yang tidak kunjung sirna dari ingatanku. Bukan, bukan perasaannya. Melainkan memori kisah cinta kami yang selalu melekat. Agar aku bisa melepaskan yang seharusnya sudah dari jauh hari aku lepaskan.

Seraya aku berusaha setengah mati menarik nafas mencari oksigen, berebut udara segar dengan asap kendaraan bermotor di sepanjang jalan gersang yang kami lewati, aku melantunkan rasa syukurku pada Tuhan untuk pertemuan dengan cinta, diajari lebih dan lebih dalam lagi mengenai arti yang sesungguhnya.

Aku tiba dengan selamat dengan teman-temanku, sambil berkata dalam hatiku: “tidak lagi aku mengingkarinya”.

“For the way you changed my plans. For being the perfect distraction. For the way you took the idea that I have of everything that I wanted to have. And made me see there was something missing.

For the ending of my first begin. For the rare and unexpected friend. For the way you’re something that I’d never choose. But at the same time, something I don’t wanna lose. And never wanna be without ever again.

You’re the best thing I never knew I needed. So when you were here, I had no idea. You’re the best thing I never knew I needed. So now it’s so clear, I need you here always”

Dalam perjalanan pulangku dengan salah satu teman petualanganku pagi ini, entah bagaimana perbincangan kami tiba pada topik yang serupa, mengenai cinta, bahwa cinta tidak berarti harus memiliki, tapi seandainya kita merasakan cinta, biar dia diam dalam hati untuk kita hargai seumur hidup kita. “Pengalaman akan perasaan tersebut jauh lebih berarti daripada jika kita tidak pernah merasakan cinta yang mustahil”, ungkapnya.

Semakin aku diyakinkan, bahwa aku tidak lagi mengeraskan diriku untuk menyangkal keadaan sesungguhnya..

Anyway.. I’ve finally unlocked my first century ride! Yay! 🙂

(the rest of the photos will follow immediately)

Advertisements

Author: Irene A.K.A Irin

I am just an ordinary girl who lives in the extraordinary world.. I'm not used with the talking thingy, so I'd prefer to write all my thoughts and my feelings.. I dream a lot, I imagine a lot.. I love to sing, I love to dance, and I love to smile.. It's not a perfect world, but imagination has brought me to enjoy the perfect world.. Know me well from my writings, not my talking.. I speak through fingers, not mouth.. And the most important thing is, the truth that I am my Big Daddy's daughter.. "I am broken and lost, but by God's grace, I have found"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s