Pertemuan dan perpisahan

Aku selalu percaya Tuhan mempertemukan aku dengan seseorang untuk suatu tujuan. Dan jika Tuhan yang mengijinkan sebuah pertemuan, maka Tuhan juga yang kemudian mengijinkan sebuah perpisahan. Pertemuan yang diiringi dengan sebuah perpisahan merupakan satu bagian dari rancangan besar yang sudah Tuhan susun dengan baik sedari awal. Jika hari ini Tuhan ijinkan aku bertemu dengan seseorang, maka Tuhan pun tahu di masa depan nanti apakah akan ada perpisahan atau hubungan dengan waktu tanpa batas.

Maka dari itu, aku akan sangat menghargai waktu-waktuku dengan siapa pun dia karena aku tidak akan pernah tahu seberapa banyak waktu yang aku miliki untuk bersamanya. Seberapa lama Tuhan ijinkan aku untuk bersama dengannya.

Bukan. Ini bukan hanya berbicara mengenai aku dan kisah cintaku. Aku berbicara mengenai sudut pandang sebuah pertemuan secara umum. Dengan teman-teman sekitarku, dengan keluarga, dengan orang-orang asing yang kutemui secara acak dalam kilas waktu.

Pertemuan seringkali diisi oleh tawa dan senyum. Ada salam hangat yang hadir di antara jabatan tangan ketika kita pertama kali bertemu dengan seseorang. Ada canda dan senyum yang mengisi setiap baris pembicaraan. Seiring berjalannya waktu, sebuah hubungan perkenalan bertumbuh menjadi pertemanan, dari pertemanan menjadi persahabatan. Proses. Bahkan hubungan persahabatan pun membutuhkan sebuah proses yang hanya dapat dibentuk melalui waktu. Aku dibentuk melalui proses tersebut. Dibentuk dari caraku belajar mengenai karakter seseorang. Ruang hatiku semakin diperluas untuk aku dapat menyamakan langkahku dengannya. Jika ada hubungan baik yang dibangun melalui pertemuan kami, membawa sebuah cerita indah yang akan terus berlangsung hingga waktu tak terbatas. Namun jika ada hubungan yang tidak baik terjadi berjalan dalam proses pengenalan kami, kujadikan sebagai bentuk pembelajaran terhadap berbagai macam karakter seseorang, dan tentang apa yang bisa dan tidak bisa aku tolerir. Terlebih lagi tentang siapa aku ketika aku besosialisasi dengan orang lain.

Aku didewasakan dengan cara memperluas ruang hatiku untuk mengerti mengapa seseorang melakukan suatu perbuatan seperti yang dia lakukan. Jika aku tidak menyukai perbuatannya, aku belajar untuk tidak melakukan apa yang aku tidak sukai terhadap orang lain, karena aku mengerti rasa tidak nyaman karena perbuatan tersebut. Jika perbuatan itu baik adanya, aku belajar untuk bersikap demikian sesuai dengan kebutuhan orang lain terhadap sebuah perlakuan.

Tapi aku sadar bahwa siapa pun yang aku temui dan masuk ke ruang hatiku, selalu mengkontribusikan suatu perubahan dalam hidupku. Perasaan yang dibangun melalui pertemuan demi pertemuan menjadi caraku untuk merenungi maksud Tuhan mempertemukan aku dengan mereka. Jika Tuhan tahu aku akan berpisah dengannya, mengapa Tuhan ambil dari hidupku? Karena aku tidak pernah merelakan sebuah perpisahan. Mungkin hanya bagian dari sisi kanak-kanakku yang masih ingin merasakan kebersamaan dengan mereka, masih ingin berbagi cerita hidupku dengan mereka. Tetapi hari-hari perpisahan yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidupku, menjadi cara Tuhan berkata kepadaku: “waktumu dengannya sudah habis”. Bagian mereka dalam hidupku sudah selesai.

Karena yang Tuhan ingin sampaikan kepadaku adalah bukan siapa mereka dalam hidupku, melainkan proses yang Tuhan mau aku jalani agar aku dapat semakin dibentuk melalui kehadiran masing-masing dari mereka.

Terutama ketika proses yang dimaksud adalah proses pembentukan hubungan antara diriku dengan Tuhan sendiri.

Pada akhirnya, Tuhan hanya peduli proses yang kita lewati, hasil akhir hanyalah sebuah hadiah dari perjalanan senang dan sedih yang telah kita tempuh dalam proses. Sama hal nya dalam mengikuti sebuah pertandingan Marathon. Empat bulan kita berlatih, ketahanan tubuh kita dibentuk, dan pada harinya kita melewati rute yang harus kita tempuh, kemudian berakhir di garis akhir pertandingan setelah 42 km kita berlari, kita akan melihat kembali ke belakang ketika semuanya baru dimulai, dan bersyukur bahwa ada proses yang diijinkan terjadi. Tangis haru yang turun dari kedua sudut mata kita adalah tangis rasa syukur karena kita telah di proses menjadi pribadi yang lebih kuat. Hasil akhir hanyalah hadiah dari ketekunan yang kita tempuh untuk bertahan dalam suatu hubungan, pertemanan, persahabatan, kekeluargaan, maupun percintaan.

Dan jika pada suatu malam yang sunyi aku kembali bertanya kepada Tuhan mengapa seseorang harus pergi dalam hidupku, Tuhan kembali mengingatkan kepadaku bahwa mereka-mereka yang pernah mengisi hidupku tidak pernah pergi dari hatiku sejauh apa pun aku terpisah dengan mereka, sejauh apa pun jarak terbentang di antara aku dan mereka.

Mereka selalu ada di hatiku. Karena mereka membawa perubahan dalam hidupku. Masing-masing dari mereka mendewasakan aku, hatiku, dan cara berpikirku tentang dunia dan isinya.

Pembelajaran mengenai cinta, pembelajaran mengenai penerimaan terhadap diriku sendiri, pembelajaran mengenai sebuah kepercayaan, pembelajaran mengenai banyak hal di dunia mengenai hidup, pembelajaran mengenai yang salah dan benar, semua kudapati dari proses yang aku jalani dengan seseorang yang Tuhan ijinkan aku bertemu. Apa lagi yang bisa aku minta dari Tuhan untuk suatu pembelajaran mengenai kedewasaan?

Tuhan sudah berikan sumbernya: orang-orang yang Dia ijinkan aku untuk bertemu.

“Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya manusia” – Amsal 27:17

Advertisements

Author: Irene A.K.A Irin

I am just an ordinary girl who lives in the extraordinary world.. I'm not used with the talking thingy, so I'd prefer to write all my thoughts and my feelings.. I dream a lot, I imagine a lot.. I love to sing, I love to dance, and I love to smile.. It's not a perfect world, but imagination has brought me to enjoy the perfect world.. Know me well from my writings, not my talking.. I speak through fingers, not mouth.. And the most important thing is, the truth that I am my Big Daddy's daughter.. "I am broken and lost, but by God's grace, I have found"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s