Falling in love

Aku terduduk dibawah angin dingin yang sempat menyatukan nafasku dengan nafasmu pada suatu siang ketika matahari sedang sama-sama tersenyum bersama dengan kita. Aku dan dirimu pernah berbagi kebahagiaan yang sama. Dan jika salah satu dari kita menangis, alam pun berkonspirasi dan ikut berduka.

Seorang sahabat yang sudah lama tidak aku temui menghampiriku dan bertanya kepadaku jika aku telah melupakanmu. Tapi aku tahu bahwa aku tidak akan pernah melupakanmu. Aku bahkan mempertanyakan kepada diriku sendiri, mengapa aku harus mencintaimu? Bahkan sesingkat ini…

Tapi aku pernah mencintaimu sekali saja, dan terakhir.

Jika dunia berkata untuk mencari seseorang pengganti hanya untuk melupakanmu, aku memilih untuk bersikap adil terhadap hatiku. Jika hati ini masih menaruh kasih terhadap dirimu, pantaskah aku menggoresnya dengan memaksakannya melupakanmu? Karena cinta itu bukan mengenai seberapa jauh aku harus melupakanmu, bukan seberapa jauh aku harus melupakan rasa yang pernah ada untuk dirimu. Cinta itu mengenai seberapa jauh aku menerima jika kau memang bukan untukku, aku merelakan kebahagiaanmu untuk yang lain.

Semalam aku menyempatkan diriku untuk merenung seorang diri, mencari cinta di tengah kegelapan malam, berkelana ke suatu tempat yang belum pernah aku kunjungi. Aku bertanya kepada Tuhan jika cinta memang selayak itu untuk ditemukan, dan jika sudah ditemukan pantaskah untuk kuperjuangkan dengan segenap hidupku?

Aku menyadari bahwa aku mudah untuk mencintai. Karena aku selalu jatuh cinta dengan hal-hal kecil dan sederhana yang kau ciptakan untuk duniaku. Karena bukan hanya aku akan mencintaimu dengan kesederhanaanmu, melainkan mencintaimu dengan kerumitanmu. Seharusnya kau tidak perlu takut akan ruangku yang begitu luas untuk mencintaimu.

Aku menemukan sudut manis yang mulai meredup. Dengan segera aku tahu bahwa itu cinta yang harus segera kuselamatkan. Memberanikan diriku untuk memasuki ruang mungilnya, namun memberi aroma tersendiri yang sangat kuat. Pintu yang menyambutku membunyikan sebuah bel mungil yang tergaung indah di sudut pendengaranku. Aku disapanya ramah: “Hello, welcome!”.

Aku tersenyum kepada dua sosok penjaga gagah dengan topi koboinya yang mempesona. “Hai :)”, sapaku.

Aku tidak hanya jatuh cinta kembali kepada aroma yang selalu mengingatkanku terhadap cinta yang pernah mempertemukan kita untuk pertama kalinya kisahku denganmu dimulai, tapi aku jatuh cinta kembali kepada malam itu, malam dimana pertama kali hanya ada aku dan hatiku, memutuskan untuk mencintaimu.

Walaupun keberadaanku hari ini hanya untuk memeluk puing yang tersisa, tapi aku kini sadar, bahwa tidak ada cinta yang akan berakhir sia-sia.

 

 

Advertisements

Author: Irene A.K.A Irin

I am just an ordinary girl who lives in the extraordinary world.. I'm not used with the talking thingy, so I'd prefer to write all my thoughts and my feelings.. I dream a lot, I imagine a lot.. I love to sing, I love to dance, and I love to smile.. It's not a perfect world, but imagination has brought me to enjoy the perfect world.. Know me well from my writings, not my talking.. I speak through fingers, not mouth.. And the most important thing is, the truth that I am my Big Daddy's daughter.. "I am broken and lost, but by God's grace, I have found"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s