granted simple wish

Semalam aku bermimpi tentang kamu. Dan aku dapat merasakan mimpi itu seolah kenyataan. Aku dapat merasakan keberadaanmu begitu dekat.

Aku mengerti sekarang bahwa mimpi itu merupakan hasil dari segala sesuatu yang kita pikirkan tepat sebelum kita tertidur. Dan ya, aku memang sempat memikirkan dirimu sore hari, dan malam hari, hingga tepat sebelum tertidur. Terutama setelah kesempatan singkat dan sederhana bertemu denganmu pada tempat dan waktu yang tidak diduga.

Siang itu merupakan siang setelah kebaktian gereja usai, ada satu harapan sederhana di dalam hatiku, “seandainya saja aku dapat dipertemukan dengannya”. Mungkinkah? Atau harapan itu hanya sekedar impian semu belaka? Aku turun ke lantai bawah seraya berpikir restoran mana yang akan kupilih untuk aku menyantap makan siangku yang tertunda dari dua jam yang lalu. Entah bagaimana, ada sesuatu dalam hatiku yang menyarankan untuk mengunjungi restoran dimana aku dan dirinya pertama bertemu. Jadi aku pergi ke sana.

Tentu saja, dia tidak disana.

“Ah mungkin hanya harapan bodohku saja”. Tapi tidak ada satu pun harapan yang terlalu bodoh jika kamu mengubahnya menjadi doa sederhana.

Mungkin tanpa disadari aku ini sebenarnya berdoa kepada Tuhan untuk dipertemukan dengannya. Entah kenapa ada rindu melihat sosoknya, bukan hanya memandangnya dari sosial media yang menyatukan kita.

Aku memilih untuk duduk di sisi luar restoran yang berdampingan dengan jalan umum. Tadinya Ma, yang saat itu sedang bersamaku, memilih untuk duduk di sisi dalam restoran. Tapi entah mengapa, sesuatu dalam hatiku kembali berkata, “ada baiknya kamu duduk di sisi luar”.

“Duduk di luar saja yuk, Mam? Di dalam pengap”. Jadi aku duduk di sebelah lorong restoran tersebut.

Ternyata suara itu bukan sesuatu. Melainkan Seseorang.

Tiga puluh menit kemudian, pandanganku bertemu dengan sosoknya yang sedang berjalan dari hadapanku, menyelusuri lorong sisi luar restoran tempatku makan siang. Aku pikir aku berkhayal. Tapi aku tahu, bahwa itu dia. Dari jauh aku sudah dapat mengenal sosoknya yang belum lama ini baru menarik perhatianku.

Dia selalu mempesona dengan caranya tersendiri 🙂

Detik itu aku mengerti, suara-suara itu merupakan suara Tuhan yang mendengar doaku dan mengabulkan doaku.

Lalu sepanjang sore hingga malam hari aku terus berpikir jika doa dan harapan sederhana yang sempat aku lantunkan itu mempunyai maksud tertentu. Aku bercerita kepada seorang teman baikku mengenai kejadian sederhana yang aku alami itu.

“Tidak ada yang kebetulan, bukan?”, ujarnya.

Mungkin saja. Mungkin saja tidak. Tapi aku selalu menganggap segala sesuatu yang terjadi dalam hidupku mempunyai maksud-maksud khusus yang tersembunyi. Jadi aku bertanya kepada Tuhan jika memang Tuhan ijinkan aku membuka diriku kepadanya.

Tapi pertanyaannya lebih ke: “siapkah aku?”. Siapkah aku terluka lagi, siapkah aku membuka diriku lagi, siapkah aku mencinta lagi?

Ah tidak. Mungkin tidak secepat itu untuk mencinta. Tidak lagi. Tapi tentu saja aku harus membuka diriku akan kesempatan untuk menemukan cinta kembali.

Dan sepanjang tiga hari aku menyendiri di perbatasan kota Jakarta dan Bogor, aku telah merenungkan banyak hal. Bahwa hanya orang berani saja yang bisa mencintai. Mungkin aku harus lebih memberanikan diri, karena jika aku mencintai, artinya aku membuka diriku akan kesempatan untuk terluka kembali.

Aku bangun di pagi hari dengan perasaan heran mengapa aku memimpikanmu begitu dekat, begitu nyata. Apakah pikiranku yang menguasai isi mimpiku? Atau memang alam bawah sadarku mengatakan bahwa sudah saatnya aku kembali membuka diriku? Ataukah mimpi tersebut merupakan caraku menyampaikan doa dan harapan, dan bagaimana Tuhan mengemasnya menjadi sebuah petunjuk?

Aku hanya tahu satu hal: Tuhan mendengar doa dan harapan kecil hati yang merindu.

Percayakah kamu? 🙂

Advertisements

Author: Irene A.K.A Irin

I am just an ordinary girl who lives in the extraordinary world.. I'm not used with the talking thingy, so I'd prefer to write all my thoughts and my feelings.. I dream a lot, I imagine a lot.. I love to sing, I love to dance, and I love to smile.. It's not a perfect world, but imagination has brought me to enjoy the perfect world.. Know me well from my writings, not my talking.. I speak through fingers, not mouth.. And the most important thing is, the truth that I am my Big Daddy's daughter.. "I am broken and lost, but by God's grace, I have found"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s