The 30th – i am LOVED (by God)

Aku selalu mempunyai kebiasaan untuk menulis sesuatu di beberapa tanggal yang khusus. Natal, tahun baru, paskah, dan ulang tahunku sendiri. Tapi entah mengapa, tahun ini aku tidak terlalu ingin mengungkapkan apa pun di hari ulang tahunku.

Sudah sekian tahun aku menyembunyikan tanggal ulang tahunku dari beberapa info di Social Media, bermula dari tahun dimana hatiku hancur berkeping-keping oleh karena patah hati berat yang aku alami empat hingga lima tahun lalu. Aku hanya ingin sendiri.

Begitu pula tahun ini. Aku hanya ingin sendiri.

Namun kesendirian telah mengajarkan aku begitu banyak pelajaran berharga dalam hidup. Dan kini aku menikmatinya: kesendirian.

Ada kisah dimana kesendirian tersebut berevolusi menjadi kesepian. Tapi masalahnya bukan mengenai perasaan apa yang aku rasakan melalui kesendirian, melainkan bagaimana aku memeluknya menjadi satu momen dimana aku dapat bertumbuh lebih lagi melalui suatu pengenalan terhadap diri sendiri.

Dan tentu saja, melalui kesendirian, aku menemukan Tuhan lebih lagi. Aku mendengar Tuhan lebih lagi.

Tidak. Aku menyendiri bukan untuk mengasihani diri sendiri. Aku menyendiri untuk bertanya kepada Tuhan apa yang Tuhan mau aku buat untuk hidup ke depanku. Sebagaimana di awal tahun 2017 Tuhan pernah berkata kepadaku untuk mengalokasikan sebagian waktuku untuk suatu tujuan lain selain berolahraga. Aku memakai hari ulang tahunku untuk bertanya kepadaNya kembali. “Apa yang Kamu mau aku buat, Tuhan?”.

I explored within. To find me.

Untuk mencari tujuan hidupku di dunia ini.

Tidak banyak orang di dunia ini yang cukup berani untuk berkaca dan menggali isi hati, isi pikiran sendiri. Aku pun takut. Takut mendapatkan fakta bahwa ternyata aku membangun kebahagiaan dan keceriaanku di suatu dasar yang fana: penyangkalan diri. Menyangkal diri bahwa semandiri apa pun aku, sebenarnya aku ini sangat membutuhkan seseorang. Menyangkal diri bahwa sekuat apa pun aku, sebenarnya aku ini sangat rapuh ketika malam menerpa. Menyangkal diri bahwa seberani apa pun aku, sebenarnya aku ini sangat ketakutan menghadapi sesuatu. Menyangkal diri bahwa sepercaya-diri apa pun aku, sebenarnya aku ini tidak percaya dengan diriku sendiri.

Tapi Tuhan memaksaku untuk berada dalam ruangNya, dan satu per satu Dia bukakan lembaran-lembaran isi hatiku yang paling dalam, yang ternyata aku sembunyikan bahkan dari diriku sendiri. Aku dipaksaNya untuk menerima diriku sendiri, tidak lagi menyangkal keberadaanku sebagai seseorang yang sangat hancur, jika tidak Dia selamatkan.

Tapi sesungguhnya Tuhan tidak pernah melewatkan seorang pun.

Seharusnya aku bisa lebih bersyukur..

Tapi tidak ada yang terlambat dari sebuah permulaan jika kita ingin memulainya kembali, bukan?

Jadi.. Aku memulai kembali perjalananku dengan Tuhan, seraya menerima diriku sendiri, bahwa seberapa keras dunia menolakku, sudah cukup bagiku jika Tuhan yang mengasihiku dan menerimaku.

Hampir dua minggu yang lalu, aku pada akhirnya menginjak permulaan umur 30. Tidak sedih akan usiaku, tidak kecewa akan masa laluku, dan tidak takut akan masa depanku. Aku hanya tahu Tuhan telah memberikan aku beberapa pencapaian yang tidak dapat tergantikan dengan apa pun:

  1. 2 Full Marathons in 2016
  2. 1 Half Ironman in 2017
  3. 2 Bike Race Podiums in 2017
  4. 1 self-writing book launching
  5. But most of all: I AM LOVED – aku dipenuhi oleh cinta kasihNya yang tidak terbatas

Ya. Bukuku yang pertama mengenai sebuah kisah cinta yang berakhir dengan kisah patah hati. Tapi melalui patah hati tersebut aku belajar bagaimana Tuhan sangat sayang kepadaku sehingga Dia hanya ingin aku mendapatkan yang terbaik dariNya, bukan yang terbaik dari bagaimana seseorang membuatku merasakan hati yang berbunga-bunga.

Jika aku tidak pernah dipertemukan dengannya, aku tidak akan mengerti seberapa jauh Tuhan ingin aku melahirkan karya-karya sastra yang akan menginspirasi dunia.

Jadi.. Aku bersyukur kepadamu, J, dipertemukan dan diijinkan menoreh kisah dalam buku kehidupanku walau aku dan kamu tidak untuk satu sama lain 🙂 Aku pernah mengasihimu, dan aku tidak akan pernah melupakan bahwa rasa kasihku terhadapmu lah yang mendorongku untuk menciptakan sebuah karya.

Dan pada akhirnya aku mengerti maksud Tuhan menganugerahkan aku talenta dalam menulis. Tulisan-tulisanku tersebut pada akhirnya membawa berkat bagi diriku sendiri. Dan detik ini aku bisa bilang dengan yakin tujuan hidupku adalah untuk menulis.

Jika tulisanku memberkati orang lain, itu semua hanyalah bonus. Karena yang sesungguhnya merasa terberkati melalui karya tulisku adalah diriku sendiri.

Usai bukuku selesai ditulis, aku menemukan hatiku yang terkekang oleh kesedihan, pada akhirnya terlepas dari segala macam sakit dan rasa takut untuk mencintai. Pada akhirnya aku menyadari kata-kata Tuhan yang berkata: there is no fear in love. Berani mencintai, berani disakiti. Dan jika kita disakiti oleh cinta, sakit itu hanya akan membawa kita selangkah lebih dekat lagi terhadap seseorang yang tepat.

Melalui buku yang aku tulis sendiri, aku pulih.

Menulis merupakan caraku untuk menyembuhkan luka-luka yang terpendam lama. Dan jika kamu, Pembaca, yang sedang membaca tulisan ini memerlukan suatu pemulihan dalam hidupmu, telusurilah dirimu dan temukan sesuatu yang bisa kamu buat untuk kamu pulih dari luka-luka masa lalumu. Jangan lari atau sangkal dirimu.

I am so grateful of the beginning of my 30-ish life, and I am so excited of what God wants me to do to inspire people, to be a blessing for people around me.

Jadi… Tunggu aku dengan beberapa karya tulis berbentuk novel selanjutnya ya? 🙂

Advertisements

Author: Irene A.K.A Irin

I am just an ordinary girl who lives in the extraordinary world.. I'm not used with the talking thingy, so I'd prefer to write all my thoughts and my feelings.. I dream a lot, I imagine a lot.. I love to sing, I love to dance, and I love to smile.. It's not a perfect world, but imagination has brought me to enjoy the perfect world.. Know me well from my writings, not my talking.. I speak through fingers, not mouth.. And the most important thing is, the truth that I am my Big Daddy's daughter.. "I am broken and lost, but by God's grace, I have found"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s