imperfection 

hari mengijinkanku untuk berbicara terhadap diriku sendiri. siang hari, kelabu yang menggambarkan warna langit tidak mencerminkan perasaan yang sama terhadap udara yang kuhirup. pengap. dan panas. aku berjalan di bawah sinar cahaya matahari yang masih bersinar menerangi kota Jakarta, namun penampakannya tidak dapat kutemui. 

satu minggu sudah sejak pertemuan terakhirku dengan sosoknya, aku bertanya kepada malamku jika aku akan dipertemukan dengannya kembali, jika aku akan dipersatukan dengannya kembali di satu panggung yang sama. tetapi aku tetap melatih diriku untuk tidak berharap akan sebuah harapan yang bertindak sebagai mimpi. 

jika memang aku harus bertemu, aku akan dipertemukan, jika memang aku harus dipersatukan kembali pada panggung yang sama, aku akan dipertemukan.

seorang sahabat tak hentinya menggodaku kapan pun kami mempunyai kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama. seperti yang terjadi semalam, ketika aku makan malam dengannya. aku berkata kepadanya bahwa aku sudah mengenal sebagian besar dari hal-hal umum yang patut aku ketahui di awal perkenalan. 

“aku sendiri kagum dengan diriku sendiri yang begitu bersemangat berjuang mencari tahu sebagian kecil tentang kehidupnya”, ujarku. 

“mungkin kamu sedang jatuh cinta”, dia meresponi.

jatuh cinta? secepat ini? lagi? tidak. ini bukan cinta. dia sendiri yang berkata kepadaku jika aku benar-benar serius ingin mengenalnya. 

“kamu serius untuk mengenalnya?”, tanyanya sekitar satu bulan lalu. ternyata sahabat karibnya merupakan teman baik sahabatku ini. aku mempertimbangkan jika aku memang benar-benar ingin serius mengenal dirinya yang kukagumi.

“iya. aku sudah putuskan, aku serius”, aku tiba pada suatu keputusan yang tidak akan aku tarik kembali tiga hari setelah dia melemparkan pertanyaan tersebut kepadaku. 

tapi hingga detik ini, waktu belum mengijinkan aku dan dirinya bersanding di kursi yang dipisahkan oleh bentangan meja kotak. dan pada siang ini, ketika Jakarta mendung namun pengap, aku bertanya seraya berjalan di sisi kiri jalan raya: mungkinkah? akankah? 

ada Suara dalam hatiku yang berkata: “tunggu waktunya”.

tapi dikuasai dengan rasa penasaran yang hampir membunuhku ini, aku terus-terusan tak henti bertanya: “tapi kapan?”. mungkin sudah sebaiknya aku tidak bertanya jika aku hendak menanti dengan penuh kesabaran.

tidak heran jika Tuhan sering menguji kesabaranku. 

namun fakta demi fakta yang terungkap mengenai sebagian kecil tentang dirinya menjadi cara hidup kembali bertanya kepadaku jika aku memang benar-benar masih ingin mengenalnya. atau bahkan, berimajinasi jika aku diberikan kesempatan untuk bersama dengannya, apakah aku masih akan tekun untuk menjalaninya? karena aku pernah meminta hal lain dari apa yang sekarang kuketahui ada pada dirinya. 

aku juga tidak tahu jika memang dia orang yang tepat untuk kukenal. tapi aku hanya tahu isi hatiku masih terus ingin mengenalnya, dan menerima kekurangannya yang masih bisa aku terima itu sebagai cara aku mensyukuri apa yang Tuhan sudah kabulkan kepadaku jika memang harapan terbesarku Dia kabulkan. 

lagi pula.. tidak ada yang sempurna di dunia ini, bukan? 

Advertisements

Author: Irene A.K.A Irin

I am just an ordinary girl who lives in the extraordinary world.. I'm not used with the talking thingy, so I'd prefer to write all my thoughts and my feelings.. I dream a lot, I imagine a lot.. I love to sing, I love to dance, and I love to smile.. It's not a perfect world, but imagination has brought me to enjoy the perfect world.. Know me well from my writings, not my talking.. I speak through fingers, not mouth.. And the most important thing is, the truth that I am my Big Daddy's daughter.. "I am broken and lost, but by God's grace, I have found"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s