melepaskan

aku pernah merasakan kebahagiaan yang tidak pernah dapat dijelaskan ketika aku memandang dirimu. dan ketika aku berjalan seorang diri, aku sudah cukup bahagia ketika aku memandang gambaran dirimu di genggaman tangan kananku. senyuman yang tergores di wajahmu, menghangatkan hatiku. 

aku bahkan sempat mencintaimu.

jatuh cinta pada sosok imajinasi yang aku bangun sendiri terhadap dirimu. dan aku sempat menyalahkan diriku sendiri karena kebodohan yang hampir terulang. dan kembali mengalami kesulitan menerima bahwa aku mudah terbuai oleh cinta. 

aku tidak berhenti menangis ketika seorang sahabat menghampiriku dan berkata untuk melepaskanmu. lagi. melepaskan cinta yang aku kira akan kumulai kembali. 

“aku hanya ingin menyelamatkanmu dari sakit hati yang sama”, katanya, karena dia tidak sanggup melihat hatiku hancur lagi. 

kesulitanku untuk melepaskan yang kugenggam erat adalah karena aku takut untuk tidak mendapatkan sesuatu, atau seseorang yang akan membuatku merasakan perasaan seindah yang kini aku rasakan. 

walaupun sebenarnya aku telah belajar bahwa kita tidak pernah merasakan perasaan yang sama akan apa yang pernah kita rasakan terhadap seseorang. 

takut.. aku takut karena aku ragu terhadap diriku sendiri. jika akan ada orang yang mencintaiku sebesar aku akan mencintainya.

dan ternyata hanya Tuhan yang bisa memberikan cinta melebihi yang bisa aku berikan. mengapa aku harus mencarinya di dunia yang fana? 

aku tidak takut untuk mencintai, tapi aku hanya takut untuk disakiti. padahal sakit itu sendiri merupakan salah satu elemen yang terkandung dalam mencintai. jika kamu berani mencintai, maka kamu harus berani disakiti. 

dan hanya orang-orang yang berani saja yang memutuskan untuk mencintai. 

jadi jika aku berkata bahwa aku berani mencintai, bukankah seharusnya aku berani disakiti? karena sakit hati hanya akan membawa kita satu langkah lebih maju kepada orang yang tepat. 

“aku ingin membantumu, tapi lepaskan apa yang kamu pegang terlebih dahulu”, sahabatku kembali melanjutkan kata-katanya. aku jadi teringat bagaimana hidup telah mengajarkanku untuk melepaskan dan menyaksikannya jika ia kembali, maka ia untukku. dan jika tidak, biar kapalnya berlabuh dengan segala muatan perasaan yang pernah aku kumpulkan untuk dirinya. 

dan hidup telah mengajarkanku bahwa melepaskan adalah tandaku mencintai seseorang. melepaskan adalah tandaku mencintai Tuhan, karena itu berarti aku mempercayakan sepenuhnya Tuhan berikan yang terbaik dariNya. 

jadi, jika kini aku harus melepasmu, menghapus beberapa hal yang sudah kupelajari dari dirimu hingga hari ini, hanya caraku untuk menyelamatkan diri sendiri karena yang Tuhan mau pun adalah ketika aku tahu apa yang terbaik untukku.

jika kamu untukku, akan ada jalan lain yang terbuka, bukan? 🙂 

Advertisements

Author: Irene A.K.A Irin

I am just an ordinary girl who lives in the extraordinary world.. I'm not used with the talking thingy, so I'd prefer to write all my thoughts and my feelings.. I dream a lot, I imagine a lot.. I love to sing, I love to dance, and I love to smile.. It's not a perfect world, but imagination has brought me to enjoy the perfect world.. Know me well from my writings, not my talking.. I speak through fingers, not mouth.. And the most important thing is, the truth that I am my Big Daddy's daughter.. "I am broken and lost, but by God's grace, I have found"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s